Sampah Sungai Denpasar Meningkat 3,6 Ton Saat Musim Hujan, Ini Penyebabnya

Autoz

01 November 2026

DENPASAR, 1 November 2026 – Permasalahan sampah sungai di Kota Denpasar kembali menjadi perhatian menjelang musim hujan. Volume sampah yang harus diangkut dari aliran sungai dilaporkan mengalami peningkatan sekitar 3,6 ton. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Denpasar dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mencegah penumpukan sampah di kawasan hilir.

Baca juga : Rental Mobil Bali untuk Liburan November 2026, Kapan Sebaiknya Booking

Berdasarkan laporan pada 31 Oktober 2026, pengangkutan sampah sungai di Denpasar mencapai sekitar 30,6 ton per hari. Memasuki musim hujan, jumlah tersebut mengalami kenaikan sekitar 3,6 ton.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah sungai masih membutuhkan perhatian serius, terutama ketika curah hujan mulai meningkat di wilayah Bali.

1. Mengapa Sampah Sungai di Denpasar Meningkat?

Salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan sampah sungai adalah kondisi cuaca saat memasuki musim hujan.

Ketika hujan turun, sampah yang berada di saluran drainase, selokan, bantaran sungai, maupun kawasan permukiman berpotensi terbawa aliran air menuju sungai yang lebih besar.

Selain itu, masih adanya kebiasaan membuang sampah sembarangan juga menjadi persoalan yang perlu ditangani. Sampah rumah tangga seperti plastik, kemasan makanan, botol minuman, dan berbagai jenis limbah lainnya dapat terbawa arus hingga menumpuk di titik-titik tertentu.

Kondisi tersebut membuat petugas kebersihan harus bekerja lebih intensif untuk mengangkut sampah yang terkumpul di aliran sungai.

2. Pemkot Denpasar Siapkan Empat Alat Penahan Sampah

Untuk mengurangi penumpukan sampah, Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) berencana memasang empat alat penahan sampah di aliran Tukad Badung.

Fasilitas tersebut terdiri dari:

  • Dua unit trash barrier, yaitu alat penghalang sampah yang dipasang di aliran sungai.

  • Dua unit trash boom, yaitu penghalang terapung untuk menahan sampah agar tidak terbawa lebih jauh oleh arus air.

Dua unit trash barrier merupakan bantuan dari organisasi lingkungan The Ocean Cleanup yang dijadwalkan tiba pada pertengahan November 2026.

Rencananya, alat tersebut akan dipasang di kawasan Dam Buagan dan sebelum Estuary Dam.

Sementara itu, dua unit trash boom direncanakan tiba pada akhir November 2026. Lokasi pemasangannya berada di sebelah timur Pura Keresek dan sebelah barat RSUD Wangaya.

Melalui pemasangan fasilitas tersebut, pemerintah berharap pengendalian sampah di Tukad Badung dapat berjalan lebih optimal sehingga sampah tidak terus menumpuk hingga ke kawasan hilir.

3. Dampak Sampah Sungai Jika Tidak Ditangani

Penumpukan sampah di sungai bukan hanya mengganggu pemandangan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan.

Berikut beberapa dampak yang perlu diperhatikan:

Meningkatkan Risiko Banjir

Sampah yang menumpuk dapat menghambat aliran air, terutama ketika hujan deras. Kondisi ini berpotensi menyebabkan penyumbatan saluran dan meningkatkan risiko genangan maupun banjir.

Menurunkan Kualitas Lingkungan

Sampah plastik dan limbah rumah tangga yang terbawa ke sungai dapat menurunkan kualitas air serta mengganggu ekosistem perairan.

Mengganggu Aktivitas Masyarakat

Bau tidak sedap dan lingkungan sungai yang kotor dapat mengurangi kenyamanan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar aliran sungai.

Mengurangi Daya Tarik Wisata

Sebagai salah satu destinasi wisata utama Indonesia, kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari citra pariwisata Bali. Permasalahan sampah yang tidak tertangani dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan.

4. Pentingnya Kesadaran Masyarakat Menjaga Kebersihan Sungai

Pemasangan alat penahan sampah merupakan salah satu upaya untuk mengatasi persoalan sampah sungai. Namun, fasilitas tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa dukungan masyarakat.

Warga diimbau untuk tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air, termasuk selokan di sekitar permukiman.

Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Memilah sampah organik dan anorganik dari rumah.

  • Mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

  • Membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

  • Tidak membuang limbah rumah tangga ke selokan.

  • Ikut menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Jika kebiasaan tersebut diterapkan secara konsisten, jumlah sampah yang berpotensi masuk ke aliran sungai dapat dikurangi.

5. Jaga Kebersihan Bali, Mulai dari Lingkungan Sekitar

Meningkatnya sampah sungai menjelang musim hujan menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Upaya pemerintah melalui pengangkutan sampah dan pemasangan alat penahan sampah perlu didukung dengan perubahan kebiasaan masyarakat.

Terlebih, memasuki periode musim hujan, masyarakat perlu lebih memperhatikan kondisi saluran air dan lingkungan sekitar agar tidak terjadi penumpukan sampah yang berpotensi menghambat aliran air.

Jangan menunggu sampai terjadi banjir atau pencemaran lingkungan untuk mulai peduli terhadap kebersihan.

Pantau terus perkembangan informasi dan kondisi terkini Bali sebelum merencanakan perjalanan Anda.

Jelajahi Bali dengan Nyaman Bersama Autoz Rent a Car

Sedang merencanakan perjalanan ke Bali? Pastikan mobilitas Anda tetap nyaman dengan layanan Autoz Rent a Car.

Kami menyediakan berbagai pilihan kendaraan untuk kebutuhan wisata, perjalanan bisnis, maupun aktivitas sehari-hari, dengan pilihan layanan:

  • Rental mobil lepas kunci harian dan bulanan.

  • Rental mobil dengan sopir.

  • Berbagai pilihan mobil matic dan manual.

  • Layanan Gratis Antar Jemput Airport sesuai ketentuan layanan.

Jangan menunda rencana perjalanan Anda, terutama saat memasuki periode liburan dan musim ramai wisatawan.

Hubungi Autoz Rent a Car melalui WhatsApp untuk mengecek ketersediaan mobil dan mendapatkan penawaran harga terbaik.

Berita & Artikel