Lagi Naik Daun! Ini 10 Tren Perjalanan yang Diprediksi Makin Populer hingga Akhir 2026
Autoz
12 August 2026
Perubahan cara orang menikmati liburan semakin terasa pada 2026. Jika dulu perjalanan sering identik dengan mengejar sebanyak mungkin destinasi dalam waktu singkat, kini semakin banyak wisatawan yang mencari pengalaman yang lebih personal, fleksibel, nyaman, dan bermakna.
Baca juga : Banyak yang Salah! Begini Cara Merawat Mobil Agar Tetap Prima dan Tidak Cepat Rusak
Itulah sebabnya tren perjalanan 2026 tidak hanya berbicara tentang destinasi baru. Cara memilih transportasi, menyusun itinerary, menentukan aktivitas, hingga mencari pengalaman lokal juga ikut berubah.
Sejumlah laporan tren perjalanan tahun ini menunjukkan meningkatnya perhatian terhadap perjalanan yang lebih personal, penggunaan teknologi termasuk AI untuk merencanakan liburan, perjalanan keluarga lintas generasi, serta pengalaman yang lebih autentik.
Bagi wisatawan yang berencana liburan ke Bali hingga akhir 2026, perubahan ini juga menarik untuk diperhatikan. Data BPS menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali sempat mencapai 553.328 kunjungan pada April 2026, naik 17,21% dibandingkan Maret.
Lantas, tren apa saja yang diprediksi semakin ramai hingga akhir tahun?
1. Slow Travel Makin Diminati
Salah satu perubahan paling menarik dalam dunia traveling adalah semakin populernya konsep slow travel.
Alih-alih mengunjungi banyak tempat sekaligus, wisatawan memilih menghabiskan waktu lebih lama di satu area. Tujuannya bukan sekadar mengumpulkan foto, tetapi benar-benar menikmati suasana destinasi.
Misalnya ketika berlibur di Bali, wisatawan tidak harus berpindah dari satu objek wisata ke objek wisata lain setiap beberapa jam. Mereka bisa memilih satu kawasan sebagai basis perjalanan dan mengeksplorasi tempat-tempat di sekitarnya dengan lebih santai.
Konsep ini cocok untuk wisatawan yang ingin:
- Menikmati perjalanan tanpa terburu-buru.
- Mengenal budaya lokal.
- Mencoba kuliner khas daerah.
- Mengunjungi tempat yang tidak terlalu ramai.
- Mengurangi waktu di jalan.
- Mendapatkan pengalaman yang lebih berkesan.
Untuk perjalanan seperti ini, kendaraan yang nyaman dan fleksibel dapat menjadi bagian penting dari pengalaman liburan.
2. Liburan Berbasis Wellness Semakin Populer
Liburan tidak lagi hanya tentang hiburan. Banyak wisatawan mulai menjadikan perjalanan sebagai kesempatan untuk beristirahat, memulihkan energi, dan menjaga keseimbangan tubuh maupun pikiran.
Inilah yang membuat wellness travel semakin menarik.
Aktivitas seperti yoga, spa, meditasi, hiking ringan, menikmati alam, hingga menginap di tempat yang tenang menjadi bagian dari pilihan perjalanan.
Tren ini juga berhubungan dengan meningkatnya minat terhadap perjalanan yang lebih mindful. Wisatawan ingin pulang dari liburan dengan kondisi yang lebih segar, bukan justru merasa kelelahan.
Bali sendiri memiliki banyak pilihan pengalaman yang mendukung konsep tersebut, mulai dari kawasan pantai, pegunungan, pedesaan, hingga berbagai pilihan akomodasi yang menawarkan pengalaman wellness.
3. AI Mulai Menjadi Teman dalam Merencanakan Perjalanan
Menyusun itinerary kini semakin mudah karena wisatawan dapat memanfaatkan teknologi AI.
AI dapat membantu memberikan ide destinasi, menyusun rencana perjalanan berdasarkan durasi, membuat alternatif aktivitas, hingga membantu menyesuaikan perjalanan dengan minat tertentu.
Penggunaan AI untuk travel planning juga tercatat semakin berkembang. Riset AARP pada wisatawan usia 50 tahun ke atas, misalnya, mencatat peningkatan penggunaan AI untuk mencari penawaran dan membuat itinerary yang lebih sesuai kebutuhan.
Namun, AI sebaiknya digunakan sebagai alat bantu, bukan satu-satunya sumber keputusan.
Informasi mengenai kondisi jalan, jam operasional, cuaca, akses kendaraan, kebijakan destinasi, dan kondisi terbaru tetap perlu diverifikasi sebelum berangkat.
Dengan kata lain, AI membantu membuat rencana, sedangkan pengalaman di lapangan tetap membutuhkan penilaian manusia.
4. Wisata Keluarga Lintas Generasi
Liburan bersama keluarga besar juga berpotensi semakin diminati.
Perjalanan yang melibatkan anak-anak, orang tua, bahkan kakek dan nenek membutuhkan perencanaan berbeda dibandingkan solo traveling.
Kenyamanan transportasi menjadi salah satu pertimbangan penting. Wisatawan perlu memikirkan kapasitas penumpang, ruang bagasi, durasi perjalanan, hingga fleksibilitas berhenti di perjalanan.
Tren perjalanan lintas generasi ini juga menjadi salah satu tema yang terlihat dalam laporan perjalanan 2026.
Untuk perjalanan keluarga di Bali, memilih kendaraan sesuai jumlah anggota keluarga dapat membuat perjalanan jauh lebih praktis.
Daripada memaksakan seluruh anggota keluarga masuk ke kendaraan yang terlalu kecil, kendaraan dengan kabin lebih lega dapat memberikan ruang lebih nyaman untuk perjalanan beberapa hari.
5. Pengalaman Lokal Mengalahkan Sekadar Foto di Destinasi Viral
Destinasi viral memang masih memiliki daya tarik. Namun, semakin banyak wisatawan mencari sesuatu yang terasa lebih autentik.
Mereka ingin mencoba makanan lokal, berinteraksi dengan masyarakat, mengunjungi pasar tradisional, melihat kerajinan daerah, mengikuti aktivitas budaya, atau menemukan tempat yang belum terlalu ramai.
Tren perjalanan 2026 semakin mengarah pada pengalaman, bukan hanya destinasi.
Bahkan prediksi tren perjalanan global tahun ini banyak menyoroti pengalaman budaya, museum interaktif, kuliner lokal, hingga perjalanan yang berhubungan dengan sejarah dan identitas.
Bagi wisatawan di Bali, hal ini membuka peluang untuk mengeksplorasi sisi pulau yang lebih luas daripada hanya kawasan yang sudah terkenal di media sosial.
6. Road Trip dan Perjalanan Fleksibel Makin Menarik
Bagi wisatawan yang ingin menentukan sendiri ritme perjalanan, road trip menawarkan kebebasan yang sulit didapatkan dari itinerary yang terlalu kaku.
Wisatawan bisa menentukan kapan berhenti, berapa lama berada di suatu lokasi, dan apakah ingin mengubah rencana di tengah perjalanan.
Inilah salah satu alasan sewa mobil dapat menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menjelajahi Bali dengan lebih fleksibel.
Dengan kendaraan sendiri, itinerary tidak harus selalu mengikuti jadwal transportasi umum. Wisatawan juga dapat menyesuaikan perjalanan berdasarkan kondisi kelompok.
Misalnya, jika menemukan tempat menarik di perjalanan, wisatawan bisa berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Namun, fleksibilitas tetap harus diimbangi dengan perencanaan. Periksa kondisi kendaraan, rute, area parkir, waktu tempuh, serta kondisi lalu lintas sebelum berangkat.
7. Personalized Travel: Itinerary Semakin Dibuat Sesuai Gaya Masing-Masing
Tidak semua orang ingin menikmati liburan dengan cara yang sama.
Ada yang ingin wisata kuliner. Ada yang lebih menyukai alam. Ada yang mengejar fotografi. Ada pula yang ingin menikmati pantai dan bersantai di hotel.
Karena itu, personalized travel menjadi semakin relevan.
Wisatawan mulai membuat itinerary berdasarkan kebutuhan pribadi, bukan sekadar mengikuti paket perjalanan yang sama dengan orang lain.
Contohnya:
Traveler A: pantai + kuliner + sunset
Traveler B: budaya + alam + fotografi
Traveler C: keluarga + tempat ramah anak + kuliner
Traveler D: wellness + spa + suasana tenang
Perbedaan kebutuhan tersebut juga berpengaruh pada pilihan kendaraan.
Wisatawan yang bepergian bersama keluarga tentu membutuhkan pertimbangan berbeda dibandingkan pasangan atau solo traveler.
8. Sustainable Travel Semakin Diperhatikan
Kesadaran terhadap dampak perjalanan juga terus berkembang.
Wisatawan semakin mempertimbangkan bagaimana perjalanan mereka berdampak terhadap lingkungan dan masyarakat lokal.
Sustainable travel dapat diwujudkan melalui berbagai pilihan sederhana, seperti mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menghormati budaya setempat, memilih bisnis lokal, menjaga kebersihan destinasi, serta menggunakan sumber daya secara bijak.
Namun, konsep perjalanan berkelanjutan tidak berarti wisatawan harus berhenti bepergian.
Sebaliknya, tujuannya adalah menciptakan perjalanan yang lebih bertanggung jawab.
Bali sebagai destinasi wisata internasional juga memiliki kepentingan besar dalam menjaga keseimbangan antara aktivitas pariwisata, kenyamanan wisatawan, dan keberlanjutan lingkungan.
9. Sober & Mindful Travel Mulai Mendapat Perhatian
Salah satu tren yang cukup menarik pada 2026 adalah meningkatnya minat terhadap perjalanan tanpa alkohol atau sober travel.
Sejumlah laporan melihat adanya perubahan preferensi, terutama di kalangan wisatawan muda, yang lebih memilih pengalaman wellness, aktivitas outdoor, eksplorasi budaya, dan kegiatan yang mendukung kesehatan.
Bagi sebagian wisatawan, liburan tidak lagi harus identik dengan pesta.
Mereka justru ingin bangun pagi dalam kondisi segar, menikmati matahari terbit, berjalan-jalan, berolahraga, mencoba makanan lokal, atau mengeksplorasi destinasi sepanjang hari.
Tren ini menunjukkan bahwa definisi "liburan menyenangkan" semakin beragam.
10. Liburan yang Lebih Spontan, tetapi Tetap Terencana
Menariknya, fleksibilitas tidak berarti wisatawan benar-benar berangkat tanpa persiapan.
Justru semakin banyak orang ingin memiliki rencana dasar yang fleksibel.
Contohnya:
- Menentukan hotel sebelum keberangkatan.
- Menyiapkan transportasi.
- Menentukan beberapa destinasi utama.
- Membuat daftar restoran atau aktivitas pilihan.
- Menyisakan waktu kosong untuk eksplorasi spontan.
Cara ini memberikan keseimbangan antara kepastian dan kebebasan.
Wisatawan tetap memiliki pegangan, tetapi tidak merasa harus mengikuti itinerary secara ketat dari pagi hingga malam.
Apa Arti Tren Perjalanan 2026 bagi Wisatawan di Bali?
Jika diperhatikan, sebagian besar tren tersebut memiliki satu kesamaan: wisatawan menginginkan perjalanan yang lebih fleksibel, nyaman, personal, dan bermakna.
Hal ini membuat transportasi menjadi bagian penting dari pengalaman liburan.
Ketika itinerary semakin personal, wisatawan membutuhkan kendaraan yang dapat mengikuti rencana mereka. Ketika perjalanan keluarga semakin populer, kapasitas dan kenyamanan kendaraan menjadi lebih penting. Ketika slow travel berkembang, wisatawan juga membutuhkan fleksibilitas untuk menentukan sendiri ritme perjalanan.
Bagi wisatawan yang ingin mengeksplorasi Bali tanpa terlalu bergantung pada jadwal transportasi, sewa mobil Bali dapat menjadi salah satu opsi yang patut dipertimbangkan.
Pilihan kendaraan bisa disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari perjalanan pasangan hingga liburan bersama keluarga.
Jangan Sampai Ketinggalan Tren Liburan 2026
Tren traveling dapat berubah dengan cepat. Apa yang saat ini sedang naik daun bisa menjadi semakin populer dalam beberapa bulan ke depan.
Karena itu, jika Anda sudah memiliki rencana liburan ke Bali untuk paruh kedua 2026, ada baiknya mulai menyiapkan kebutuhan perjalanan lebih awal.
Terutama pada periode ramai, pilihan kendaraan yang sesuai kebutuhan bisa lebih terbatas.
Jangan tunggu sampai mendekati tanggal keberangkatan jika Anda sudah mengetahui jadwal liburan.
Rencanakan destinasi, tentukan kendaraan yang sesuai, dan siapkan itinerary yang cukup fleksibel agar perjalanan tetap nyaman.
Mau Keliling Bali dengan Lebih Fleksibel?
Autoz Rent A Car siap membantu kebutuhan transportasi selama liburan di Bali.
Anda dapat memilih layanan sesuai kebutuhan perjalanan, baik untuk menjelajahi Bali bersama keluarga, pasangan, teman, maupun perjalanan yang lebih panjang.
Keunggulan Autoz Rent A Car:
- Pilihan sewa mobil untuk kebutuhan perjalanan Bali.
- Tersedia pilihan kendaraan sesuai kebutuhan.
- Fleksibel untuk perjalanan wisata.
- Cocok untuk perjalanan keluarga maupun rombongan.
- Gratis Antar Jemput Airport & Kuta Area.
GRATIS ANTAR JEMPUT AIRPORT
Sudah menentukan tanggal liburan? Jangan sampai kehabisan unit di tanggal yang Anda inginkan.
Klik tombol WhatsApp di bawah ini untuk cek ketersediaan mobil dan lakukan booking Autoz Rent A Car sekarang.
WhatsApp Autoz Rent A Car — Booking Mobil Bali Sekarang